
Foto: idntimes.com
Di balik layar TikTok yang penuh hiburan, para penyandang disabilitas menemukan cara luar biasa untuk mengekspresikan diri, mendobrak stigma dan menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Media sosial telah menjadi platform yang sangat penting bagi individu dari berbagai latar belakang di era teknologi saat ini untuk mengekspresikan diri. TikTok adalah platform jejaring sosial dan video musik Cina yang diluncurkan pada september 2016 dan kini telah menjadi tempat kreatif bagi banyak orang, termasuk penyandang disabilitas. Di sana, penyandang disabilitas tidak hanya berbagi pengalaman mereka, tetapi juga membentuk komunitas yang saling mendukung dan memberi tahu orang lain tentang masalah yang mereka hadapi.
Penyandang disabilitas sering kali merasa terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari, di mana representasi mereka dalam media dan masyarakat masih minim. Namun, TikTok memberikan kesempatan bagi mereka untuk tampil dan berbagi cerita dengan cara yang menarik dan interaktif. Dengan fitur video pendek yang mudah diakses, pengguna dapat menciptakan konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Melalui TikTok, penyandang disabilitas dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki suara dan cerita yang berharga. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai objek empati, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial. Dengan berbagi pengalaman pribadi dan tantangan yang dihadapi, mereka membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang disabilitas.
Maureen Kartika konten creator yang berfokus di bidang make up dan skincare, lulusan Psikologi Universitas Atmajaya memiliki tanggapan yang positif bagi pengikutnya. Maureen mengidap skoliosis idiopatik yang langka dan rongga paru-paru yang besar yang lemah sehingga mengharuskannya untuk menggunakan kursi roda dan alat bantu pernapasan. Dengan keterbatasan yang dimiliki, tidak mematahkan semangatnya untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki potensi dan kesempatan yang sama besar dengan manusia yang terlahir normal. Bermula dari menonton beauty vlogger dan sekarang Maureen aktif membagikan tips kecantikan serta ulasan produk perawatan kulit kepada komunitas perempuan di TikTok. Melalui akun TikTok-nya, Maureen tidak hanya menunjukkan keahliannya dalam dunia kecantikan tetapi juga berupaya memotivasi sesama penyandang disabilitas untuk mengejar impian mereka dan menunjukkan bahwa mereka dapat berkarya secara mandiri.
Maureen memiliki misi yang besar yaitu untuk memutuskan stigma negatif bahwa penyandang disabilitas berani dan percaya diri untuk berekspresi di media sosial. Menurutnya, masih banyak orang Indonesia belum paham apa itu disabilitas dan sebagian besar masih menggunakan kata “cacat”, padahal Bahasa Indonesia sudah mengganti bahasa tersebut dengan kata “disabilitas”. Sekarang, Maureen Kartika makin dikenal banyak pengguna TikTok berkat videonya yang selalu trending, diundang pada acara-acara besar TikTok, dan lebih dari 517 ribu pengikut di TikTok dengan 14,7 juta likes pada kontennya.
Setiap pembuat konten pasti memiliki harapan mendapat tanggapan yang baik dan positif, sayangnya tidak mudah untuk dapat diterima di kalangan masyarakat, apalagi harus mematahkan stigma buruk masyarakat mengenai disabilitas. Tidak sedikit komentar negatif yang diterima Maureen dalam setiap postingan dengan berbagai komentar sindiran dan ejekan yang dikemas dalam bentuk pertanyaan seperti “Kalau cacat Kehendak Tuhan atau engga?”, “Kalau tidur gimana”, “Tutup trakeostomi pake selotip mba”, dll. Dengan berbagai macam komentar tersebut, Maureen tetap menerima dan menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran.
TikTok telah menjadi platform penting di era digital bagi penyandang disabilitas untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman hidup mereka. Melalui video pendek yang kreatif, penyandang disabilitas, seperti Maureen Kartika, berhasil membangun komunitas yang saling mendukung dan mengedukasi masyarakat tentang isu-isu yang mereka hadapi. Menciptakan konten di TikTok bukan hanya tentang mendapatkan popularitas, melainkan juga membuat dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Misalnya, Maureen menghadapi banyak masalah, termasuk komentar negatif, tetapi ia memilih untuk fokus pada hal-hal yang membangun. Dengan cara ini, ia memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dan menunjukkan kepada banyak orang betapa pentingnya ketahanan dan penerimaan diri. Banyak orang di sana mendapatkan inspirasi dari keberanian Maureen untuk menanggapi kritik dengan sikap positif.
Secara keseluruhan, penggunaan TikTok sebagai tempat penyandang disabilitas untuk berekspresi menunjukkan kekuatan media sosial yang luar biasa untuk membawa perubahan sosial. Para kreator, seperti Maureen Kartika, memberikan pengetahuan kepada masyarakat dengan berbagi kisah dan pengalaman mereka. Mereka juga memungkinkan penyandang disabilitas lainnya untuk melihat potensi mereka. Melalui platform ini, mereka menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihargai terlepas dari keterbatasan fisik mereka.
Penulis: Azriel Nsari Aprilia Ukru
DAFTAR PUSTAKA
Faradilla, Dian Norma dan Detty Purnamasari, “Peran Aplikasi TikTok Dalam Mengedukasi Bahasa Isyarat Melalui Komunikasi Formal Informal Dan Simbolik”, Vol. 11, No. 1, 2023
Adyaning, R. (2023). Maureen Kartika: Dobrak Stigma Negatif, Buktikan Kemampuan Penyandang Disabilitas. IDN Times. Diakses dari https://idntimes.com/life/women/adyaning-raras-anggita-kumara-1/maureen
Misa Wea, M. P., Letuna, M. A. N., & Leuape, E. S., “Aplikasi TikTok sebagai ajang ekspresi diri: Studi fenomenologi pada dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana Kupang”, Vol. 2, No.2, 2022

